Trembesi bahan alternatif tempe


Trembesi merupakan tanaman yang mudah ditemukan di Pulau Jawa. Biasanya ditanam sebagai peneduh jalan. Namun selama ini tidak banyak masyarakat memanfaatkan bijinya sebagi camilan, apalagi digunakan sebagai bahan baku tempe.
Tempe dikenal oleh masyarakat luas sebagai bahan makanan yang murah, mudah didapat, dan bergizi tinggi. Tempe dari biji kedelai adalah yang paling umum. Sebenarnya selain dari biji kedelai, tempe dapat dibuat dari biji yang berbentuk polong, termasuk biji trembesi. Digunakannya trembesi sebagai bahan baku tempe tentu akan membantu masyarakat meningkatkan asupan gizi dan perekonomian mereka. Karena, apabila produk tempe trembesi tersebut sudah memasyarakat, akan muncul produsen tempe trembesi.
Dengan adanya masalah tersebut maka peneliti berusaha memanfaatkan sumber daya alam hayati yang ada yaitu trembesi (Samanea saman) untuk diolah menjadi tempe yang bergizi tempe.
Rumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah biji trembesi (Samanea saman) dapat diolah menjadi tempe?
2. Bagaimana kandungan gizi tempe trembesi?
3. Apakah tempe trembesi disenangi masyarakat.?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah biji trembesi dapat diolah menjadi tempe.
2. Untuk mengetahui kandungan gizi tempe trembesi.
3. Untuk mengetahui apakah masyarakat menyenangi tempe trembesi.
4. Untuk memberikan alternatif bahan pangan baru yang murah dan bergizi tinggi dengan memanfaatkan sumber daya alam hayati.

Trembesi (Samanea saman)
Trembesi adalah tanaman yang berbrntuk pohon. Setinggi 10-25 m, dan bercabang. Saat muda batangnya sudah bercabang. Berkayu rapuh berwarna kehitaman. Daun sempurna menyirip rangkap, panjangnya sampai 30 cm. Poros daunnya berkelenjar. Sirip berjumlah 3 sampai 9 pasang. Anak daun per-sirip berjumlah 2 sampai 10, ke arah ujung sirip lebih besar, berbentuk oval atau bulat telur terbalik, berukuran 1,5-6 kali 1-4 cm. Bongkol terletak di ketiak, terkumpul 2-5 menjadi satu. Panjang tangkainya 5-10 cm. Bunga bertangkai, beraturan, berbilangan 5. Kelopak bentuk tabung, bertaju 5, panjang 7 mm, hijau dengan pangkal kemerah-merahan. Tabung mahkota bentuk corong, panjang 1 cm. Benang sari sebanyak 20-30 buah, tangkai sari merah ungu, pada pangkalnya bersatu menjadi tabung. Bakal buah berambut menjadi tabung, tangkai putih panjangnya 1-4 cm. Polongan lurus atau bengkok sedikit, tidak bertangkai, tidak membuka, boleh dikatakan tidak bercabang, panjang 15-20 cm, bijinya berjumlah 15-20 buah, melintang. Berbunga pada bulan Agustus- April. Berasal dari Amerika tropis, ditanam sebagai pohon peneduh. Biasa juga disebut dengan Ki hujan, Ki gabus, jeungging.
Tempe dalam kehidupan masyarakat
Tempe merupakan salah satu makanan pokok yang tidak bisa lepas dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Selama ini masyarakat telah banyak mengenal berbagai jenis tempe.
Berbagai Jenis Tempe di Indonesia
No. Bahan Baku Jenis/Nama Tempe
1 Kedelai(Glycine max) Tempe kedelai
2 Ampas tahu/kedelai Tempe gembus
3 Bungkil kacang tanah Tempe bungkil(Jateng)
4 Ampas kelapa Tempe bongkrek *)
5 Bungkil kacang+ampas tahu Tempe enjes(Malang)
6 Koro benguk(Mucuna pruriens) Tempe benguk(Yogya)
7 Biji kecipir(Psophocarpus tetragonolobus) Tempe kecipir(Sumenep)
8 Lamtoro(Leucena glauca) Tempe lamtoro(Yogya)
9 Onggok+ampas tahu+bungkil kacang Oncom merah(Jabar)
10 Onggok+bungkil kacang Oncom hitam(Jabar)

*)Tempe bongkrek (Banyumas) mengandung racun yang dapat mematikan manusia.(M.Lies Suprapti, 2004 :23)
Tempe sering dimanfaatkan baik ketika masih segar maupun sudah busuk.Tempe segar sering diolah menjadi lodeh, rending, tumis serta botok.Sedangkan tempe busuk sering dipakai sebagai bumubu masak, botok, danterasi.
Alasan tempe sangat dikenal masyarakat antara lain:
1. Tempe banyak mengandung gizi karena menggunakan bahan yang bergizi misalnya kedelai.
2. Tempe mempunyai rasa yang enak.
3. Harga tempe murah sehingga mudah dijangkau masyarakat ekonomi bawah sampai atas.
4. Tempe mudah diolah menjadi makanan yang diinginkan masyarakat.(Pramono,1985 : 8-9)
Menurut orang awam atau masyarakat, tempe yang baik mempunyai cirri-ciri sewbagai berikut:
1. Tempe tampak padat,kenyal jika dipegang.
2. Warna tempe sangat bersih.
3. Keping-keping bahan dasarnya kelihatan rata sama besar dan tampak rapat dengan keping-keping lainnya.(Pramono,1985 : 10)

Peneliti berhipotesa bahwa:
1. Biji trembesi dapat diolah menjadi tempe.
2. Kandungan gizi pada biji trembesi juga terdapat di dalam tempenya.
(bersambung..)

2 Responses

  1. Siiipppp….Lanjutken bunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: